19Sep 2023
- Biroumum
- 300
Biro Umum dan ASD - Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera - Jawa – Nusa Tenggara - Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa.
Kondisi ini sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986) menurut situs BNPB pusat. Oleh sebab itu, kita perlu lebih waspada terhadap bencana yang ada di Indonesia.
Bencana dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) maupun oleh ulah manusia (man-made disaster). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan bencana antara lain : Bahaya alam (natural hazards) dan bahaya karena ulah manusia (man-made hazards) yang menurut United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) dapat dikelompokkan menjadi bahaya geologi (geological hazards), bahaya hidrometeorologi (hydrometeorological hazards), bahaya biologi (biological hazards), bahaya teknologi (technological hazards) dan penurunan kualitas lingkungan (environmental degradation). Kerentanan (vulnerability) yang tinggi dari masyarakat, infrastruktur serta elemen-elemen di dalam kota/ kawasan yang berisiko bencana. Kapasitas yang rendah dari berbagai komponen di dalam masyarakat.
Kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai Bencana Hidrometeorologi. Dari situs BPBD DKI Jakarta yang dimaksud dengan Bencana Hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam atau proses meruska yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi) yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa, cedera, atau dampak Kesehatan lainnya, kerusakan harta benda, hilangnya mata pencaharian dan layanan, gangguan sosial dan ekonomi, atau kerusakan lingkungan. Contoh bencana hidrometeorologi yaitu badai siklon tropis, badai petir, badai es, tornado, curah hujan ekstrem, banjir, sembun dan suhu dingin.
Contoh Bencana Hidrometeorologi:
Menurut situs BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem adalah curha hujan yang jatuh di suatu lokasi tertentu dengan intensitas tinggi melebihi batas atas curah hujan biasanya dalam waktu tertentu (menit,jam, hari, bulan). Curah hujan ekstrem dipicu oleh pertumbuhan awan konventif (cumulonimbus) yang massif dan mencapai atmosfer yang tinggi. Selain curah hujan intensitas tinggi, awan cumulonimbus juga umumnya dapat disertai golakan angin kencang, hujan es dan potensi putin beliung.
Menurut situs BPBD DKI Jakarta, angin kencang adalah naiknya kecepatan angin lebih dari 27,8 km/jam dari wilayah dengan tekanan udara yang lebih tinggi ke wilayah dengan tekanan udara yang lebih rendah. Apabila terjadi secara tiba=tiba atau mendadak yang berlangsung hujan beberapa detik atau menit maka disebut gusty yang berkaitan dengan pertumbuhan awan cumulonimbus.
Menurut situs BNPB, angin putting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).
Menurut situs BNPB, banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat.
Menurut situs BNPB, tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.
Menurut situs BPBD DKI Jakarta, kekeringan adalah deficit curah hujan pada suatu wilayah dalam periode tertentu. Hal ini juga dapat menyebabkan penurunan kelembaban tanah yang menyebabkan kerusakan tanaman. Dampaknya dapat dirasakan dibeberapa sector seperti sektor pertanian, sosial dan ekonomi.
Kebaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar, menurut situs BNPB.
Kualitas udara yang buruk mengacu pada kondisi udara disekitar kita. Kualitas udara yang buruk berkaitan tentang tingkat polusi udara yang tinggi disebabkan oleh asap, debu dan kabut asap serta pengotor udara lainnya. Kualitas udara ditentukan oleh nilai konsentrasi polutan di udara atau berdasarkan indeks-indeks kualitas udara lainnya.
Bagi Warga Balaikota yang menemukan dan mengalami keadaan darurat dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112.
Sumber:
https://bnpb.go.id/definisi-bencana
https://bnpb.go.id/potensi-ancaman-bencana
https://bpbd.jakarta.go.id/perpustakaan/145/bencana-hidrometeorologi
