Pj Gubernur Heru Rapat Bersama Presiden ( Foto: Siaran pers PPID)
Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menghadiri undangan Presiden Joko Widodo untuk mengikuti rapat terbatas yang membahas angkutan massal perkotaan bersama beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju. Rapat terbatas tersebut dilaksanakan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/11) seperti diberitakan dalam siaran pers PPID.
Menanggapi petunjuk dari Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tersebut, Pj Gubernur Heru Budi Hartono akan menindaklanjuti dengan upaya mendukung pengintensifan angkutan massal perkotaan dengan berkoordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
"Sesuai arahan Pak Presiden yang mengatakan bahwa angkutan massal perkotaan menjadi satu keharusan yang perlu diintensifkan, dan DKI Jakarta dinilai paling representatif untuk digunakan sebagai contoh angkutan massal perkotaan bagi kota-kota lain di tanah air. Maka kami akan mengupayakan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah ada, sekaligus merencanakan dan membangun angkutan massal itu sendiri," jelas Pj Gubernur Heru.
Dalam rapat tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait perkembangan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) di DKI Jakarta. Menteri Budi menjelaskan, investor dalam pembangunan MRT tidak hanya dari Jepang, tetapi juga dari Korea dan Inggris yang akan ikut masuk sebagai konsorsium.
"Kami rencanakan pada saat G20, ada signing antara pihak Indonesia, itu Kemenhub dan DKI dan pihak Jepang, Korea, dan Inggris," terang Menhub Budi.
Menhub Budi turut menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan akan mendukung visi Presiden Jokowi yang mengutamakan angkutan massal perkotaan dengan menjadikan DKI Jakarta sebagai contoh.